SETIAP AYAT AL-QUR’AN SIAP UNTUK DIBUKTIKAN
Dalam dunia tasawuf ada istilah sufi. Sufi merupakan orang yang menjalankan agama islam dengan sebaik mungkin. Baik secara lahir maupun secara batin. Dengan melakukan ritual-ritual yang telah ditentukan oleh pembimbingnya (mursyid) guna mendekatkan diri kepada Allah. Satu yang menjadi ciri khas sufi, dalam hatinya tidak ada sesuatu selain Allah.
Apakah seorang sufi itu wali ? “Tidak”. wali itu yang membuat adalah manusia, sedangkan wali Allah itu tersembunyi. Yang mengetahui seseorang wali atau bukan adalah Allah sendiri. Bisa jadi seorang sufi itu adalah wali dan bisa pula bukan wali. Bahkan bisa jadi wali itu adalah para pemulung sampah, pengemis, gembel dll.
Mengapa wali Allah disembunyikan oleh Allah ?. Agar manusia berhati-hati dalam bertingkah laku. Sehingga manusia tidak gampang meremehkan atau merendahkan seseorang siapa tahu orang itu adalah wali Allah. Siapa yang memusuhi wali Allah berarti Allah siap memusuhi orang itu. Jadi berhati-hatilah terhadap setiap manusia.
Apakah wali Allah adalah orang yang selalu diberikan karomah ? “Tidak“ Meskipun manusia diberikan karomah atau keistimewaan bukan berarti dia adalah wali. karomah atau keajaiban itu bisa dipelajari bahkan anak kecilpun memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, membaca pikiran, melihat aura dll seperti kasus bayi indigo.
India merupakan kebudayaan tertua yang masih tetap eksis. Meditasi adalah salah satu peninggalan kebudayaan India yang tetap dilakukan hingga saat ini. Dengan melakukan teknik-teknik meditasi seseorang bisa membuat karomah atau keajaiban. Sehingga mereka bisa mempengaruhi hukum gravitasi bumi, terbang keudara, memanjangkan usia, dll. Karomah bisa dipelajari dengan melakukan meditasi guna mengaktifkan cakra-cakranya dan membangkitkan kundalininya. Keaktifan cakra-cakra dan bangkitnya kundlaini akan melahirkan power yang besar (shakti). Sehingga di Indonesia orang yang telah memiliki kemampua luar biasa di sebut sebagai orang yang sakti.
Ada ungkapan yang menarik bahwa seorang wali itu adalah orang yang memasukkan tangannya kekantong, dia berdoa agar diberikan uang dalam kantong itu. Beberapa menit kemudian dia membuka mata dan dia melihat tidak ada uang ditangannya. Tetapi dia masih tetap beriman.
Orang yang seperti inilah yang dimaksud wali Allah. Orang yang percaya pada Allah seratus persen meskipun doa-doanya tidak dikabulkan seketika. Dalam islam karomah itu tidak perlu untuk dikejar. Meskipun ada yang mengajarkan doa ini dibaca sekian ribu setiap hari, pada hari dan jam yang telah ditentukan. Namun ini hanyalah permukaan saja.
Agar orang yang tidak yakin akan adanya Tuhan perlu dibuktikan. Apakah perlu mencari bukti akan ke-ada-Nya ?. “ya” dan jangan ragu untuk mencari bukti-bukti tentang keberadaan-Nya sehingga hatimu tidak lagi ada secuilpun keraguan. Keraguanlah sebenarnya yang membuat seseorang tidak konsisten terhadap agama. Sering melakukan hal-hal yang tidak disukai oleh Allah.
Setiap surat bahkan setiap ayat dari Al-Qur’an siap untuk dibuktikan.



Komentar Terakhir