Chojin9’s Weblog

Januari 21, 2009

Zionis bukan Israel

Diarsipkan di bawah: Agama, politk — chojin9 @ 1:27 pm

Zionis bukan Israel

Israel merupakan nama lain dari nabi Ya’qub.

Dan nabi Ya’qub merupakan nabi yang diyakini

Sebagai nabinya orang islam.

Jadi menghujat, mencela, Israel sama saja menghina

Nabi Ya’qub.

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rosululloh bertanya kepada orang-orang yahudi

“Apakah kalian mengetahui bahwa Israel adalah Ya’qub”.

Mereka menjawab

“ya”

Maka Rosululloh bersabda

“Ya Allah saksikanlah”

(HR. Abu Dawud Ath-thoyalisi dalam Musnad-nya, Ibnu Sa’ad dalam Thobaqot Al-Kubro 1/ 175, Ahmad dalam Musnad 1/2783 dengan sanad hasan)

Beriman kepada seorang Nabi adalah keimanan kepada semua Nabi.

Mendustakan seorang Nabi adalah mendustakan semua nabi.

Mencela seorang nabi merupakan dosa besar, bahkan mungkin kekufuran.

Jadi sangat di sayangkan kita semua tidak menyadari tentang kecerdikan

Orang zionis ini.

Mereka menamakan diri sebagai bangsa Israel

Padahal dengan nama Israel ini

Mereka sedang berlindung pada nama besar seorang nabi.

Yang wajib di imani dan diaykini oleh orang muslim.

Walaupun kita bisa saja berkilah saya tidak membenci Israel

Dalam pengertian nabi Ya’qub.

Tetapi mengutuk orang yang melakukan kekejaman dengan nama

Israel.

Sayapun tidak membenci yahudi, Israel, atau zionis

Ataupun orang orangnya.

Tetapi yang saya benci adalah sifat-sifatnya.

Apakah semua orang yahudi, Israel, zionis demikian.

Apakah pelaknatan terhadap orang yahudi dengan lisan nabi isa atau juga berlaku bagi anak turunya ?

(Lihat surat Al Maidah 76)

Apakah anak seorang bajingan akan menjadi bajingan.

Bangsa yahudi memang berbeda dengan Israel.

Israel adalah untuk menyebutkan diri sebagai

Bangsanya orang yang berimana kepada allah dan rosulnya.

Bahkan Israel merupakan sebuah nama nabi umat islam sesuai dengan hadist di atas.

Tetapi ketika kedatangan nabi atau rosul yang tidak di senanginya

Maka mereka akan mencela, mengusir bahkan membunuhnya

Telah banyak nabi ataupun rosul yang mati di tangan kaum yahudi.

Namun mengapa sifat-sifat tersebut nampaknya masih melekat bahkan hingga beranak turun.

Apakah setiap anak orang yahudi memang dididik demikian.

Seperti anaknya orang islam tentunya di didik dengan karakter dan sifat-sifat orang islam.

Bangsa yang saat ini mengatasnamankan diri

Sebagai israel sebenarnya bukanlah Israel.

Yang berpeganag teguh pada ajarana para nabi-nabi mereka tetapi pada ajaran syetan dan nafsu mereka.

Memang secara keturunan mereka mewarisi

Tetapi secara ajaran mereka sama sekali tidak mewarisi

Karena yang mewarisi adalah orang-orang muslim.

Aku sebenarnya juga orang Israel.

Tetapi dalam bentuk ajaran-ajaran dari para nabi dan rosul insaallah.

Orang-orang muslim sebenarnya yang lebih layak mendapatkan gelar

Orang Israel itu.

Daripada orang-orang yahudi sekarang yang sedang berperang melawan palestina.

Mungkin ini rancau tetapi itulah hakekatnya.

Jika dilihat dari geneologi ajarannya.

Nabi muhammad bersumber dari yaqub dan ibrahim.

Yang di dalam islam dijadikan pula

Rujukan bahkan syariatnya.

Bahkan ka’bah yang merupakan kiblat

Umat islam itu merupakan salah satu bentuk peninggalan dari

Ibrahim. Hukum potong tangan, rajam.

Dan masih banyak lagi bukti-bukti bahwa ada ketersambungan

Antara ajaran nabi Muhammad dengan para nabi-nabi Israel.

Dimana dari segi ajaran tidaklah bertentangan

Bahkan saling menguatkan.

Banyak pula ayat-ayat qur’an yang tidak jelas

Dapat dijelaskan dengan mengambil kitab-kitab suci nabi Israel.

Israel

Oh

Israel.

Namamu yang begitu agung

Dan mulia

Tetapi saat ini di gunakan untuk menindas.

Mungkin besok akan ada suatu bangsa yang menamakan

Diri dengan bangsa Muhammad.

Tetapi kelakuannya jauh dari ajaran Muhammad.

Yahudi bangsa pembunuh para nabi.

Banyak kutukan dan laknatan baik dari tuhan

Maupun dari lisan para nabi.

Mereka syetan yang menjelma menjadi manusia

Peristiwa holocaust

Mungkin perlu kita renungkan ulang.

Apakah NAZI berdosa

Apakah Hitler merupakan seorang nabi.

Sebagaimana nabi khidir membunuh seorang pemuda yang tidak berdosa.

Hust ngawur di cekal FPI

Nanti.

Mengapa NAZI begitu membenci yahudi ?

Mengapa pula orang islam di Indonesia juga membenci yahudi ?

Bagaimana sich sepak terjang bangsa arya itu ?

Kok bisa Hitler terinspirasi olehnya.

Dan membunuh orang-orang yahudi.

Apakah ilmu-ilmu penegetahuan yang dimiliki oleh bangsa arya itu ?

Bagaimanakah

Orang hindu dan budha menyikapi

Peneyerangan kafir yahudi terhadap palestina.

Mengapa saya katakana kafir yahudi ?

Jika saya menyebut yahudi

Maka akan salah paham. Orang akan membenci yahudi

Padahal di dalam orang yahudi juga ada orang baik.

Maka saya katakana kafir ahudi.

Juga dalam al quranpun sering diktakan kafir yahudi

Kafir Qurais, kafir indoensia, kafir amerika,

Hanya untuk nambah kosakata biar banyak dan tidak rancu.

Seperti orang mau menutup

Kfc

Mc Donald

Padahal itukan Cuma merek daganag saja.

Malah yang ngurus adalah orang-orang islam.

Bukan Cuma itu saja.

Petugasnya juga orang islam. He..

Biar gak rancu di sebut kafir yahudi.

Coba dech di tanyakan

Apa benar keuntungannya di gunakan untuk membiayayai perang

Sebagaimana ang di gembar-gemborkan

Oleh orang islam-islam itu.

Apa mereka mau ikut terlibat dalam urusan perang

Sedang mereka kepentingannya kan bisnis.

Kalau mereka di Tanya

Apa buktinya darimana mereka tahu.

Apa mereka saling memfitnah gitu?

Waduh embuh piye ki rek ra ngerti urusane dunyo.

Seng serba mungkin.

Mengapa sich majalah hijatulloh, sabili, al-furqon dll

Yang di situ isinya menjelek-jelekkan agama lain.

Bahkan bisa masuk dalam penodaan dan penghinaan, pelecehan terhadap agama lain.

Tetapi malah yang di tangkap orang-orang yang

Ingin mereformasi agama.

Dengan dalih yang aneh.

Apakah pluralisme itu mampu menghilangkan komitmen orang islam terhadap islam.

Komitment seseorang berislam harus di dasarkan pada beberapa kategori.

Komitment yang tetap konsisten meskipun apapun yang terjadi.

Tidak melihat situasi dan kondisi.

Seperti komitment terhadap tauhid.

Orang islam harus menegakkan tauhidnya bagaimanapun keadaannya.

Baik dia dalam kemiskinan ataupun dalam berlimpah.

Baik dalam susah ataupun senang.

Baik dalam tertekan ataupun dalam lapang.

Komitment terhadap tauhid inilah yang akan mementukan kadar keislaman seseorang.

Dan orang yang tetap berkomitmen terhadap tauhid insaallah dia akan bisa di sejajarkan para waliulloh.

Sedangkan mereka yang hanya mampu berkomitment terhadap alloh di waktu susah dan lupa di waktu senang merupakan orang yang terlena.

Mereka ahanya butuh alloh di waktu susah.

Dan menyombongkan diri di waktu lapang karena menganggab semua karena usahanaya sendiri dan alloh tidak turut serta.

Orang islam jika memegang pluralisme dia tidak akan kehilangan jati dirinya terhadap islam.

Malah dia akan bisa menghormati dan menghargai orang lain.

Seyakin apapun anda terhadap kebenaran tauhid tapi jika anada tidka mampu mengahrgai pendapat orang lain.

Bisa dipastikan anda telah salah. Kesalahan bukan pada memegang komitment tetapi pada sikap anda yang tidak mampu menghargai dan menghormati orang lain.

Apa FPI salah ?

Tidak mereka benar dalam berkomitment terhadap keyakinannya.

Tetapi kesalahan mereka terletak pada sikap merasa paling benar sendiri.

Bahwa dirinya adalah orang yang di kasihi oleh alloh.

Sehingga karena sikap seperti ini membuat islam menjadi sangat di benci.

Sehingga kebaikan islam tertutupi dengan sikap keras kepala FPI yang tidak mau melihat perbedaan.

Mengapa FPI begitu ?

Apa karena memang FPI sering di perlakukan dzolim sehingga mereka tidak kuat dalam bersabar dan melakukan tindakan-tindakan diluar kemanusiaa.

Ataukah memang jiwanya sedang berada dalam khilaf.

Siapa sich yang melakukan dzolim, FPI atau orang yang dipentungi ketika di monas.

Kalau FPI kapankah FPI di dzolimi ?

Kalau orang yang di pentungi ketika di monas merupakan pelaku pedzoliman.

Lantas kapan mereka melakukan pendzoliman.

Ada apa di balik fpi ini ?

Apa ada agenda terselubung dari gerakan masa islam FPI ini.

Amerika akan sangat kesulitan menghadapi orang-orang NU

Loh kok bisa karena orang-orang NU secara ideologis sangat sulit di rasuki oleh organisasi-organaisasi radikal.

Islam mereka adalah islam yang plural.

Islam yang mau melihat dari berbagai macam bentuk.

Sehingga amaerika akan sangat kesulitan mencari alas an untuk menyerang islam.

Mengapa indonsia tidak di serang oleh amerika dan zionis

Karena orang kita mudah di bodohi dan di akali.

Sehingga mampu di keruk keuntungan yang sebesar-besarnya.

Sementar di timur tengah orang-orangnya sangat sulit dan pintar.

Sehingga peranglah salah satu cara untuk

Menaklukkan negeri ini.

Dalam falsafah jawa orang bodo iku panganane wong pinter.

Orang bodoh itu menjadi korbannya orang pintar.

Falsafah ini jika direnungkan lebih dalam ternyata benar juga.

filsafat dan ulama

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — chojin9 @ 12:57 pm

Filsafat
Apa …? Siapa…? Dari apa…?
Di mana …?
Kapan ..?
Dari pertanyaan inilah filsafat mulai berkembang.
Bagaiamanakah esensi dari filsafat ?.

Esensi filsafat adalah mencari tuhan.
Mengapa tuhan di cari ?
Apa dia hilang ?
Kalau hilang siapa yang menghilangkannya ?
Untuk apa tuhan menghilang
Kemana menghilangnya ?
Bagaimana cara mencarinya ?
Dari situlah muncullah orang-orang yang telah menemukam kembali tuhan.
Yakni mereka yang menamakan diri sebagai nabi.

Mengapa muncul para nabi ?
Siapakah para nabi ?
Kalau perlu nabi kenapa nabi berakhir dengan nabi muhammmad ?
Bukankah setiap zaman selalu berubah.
Tentunya di butuhkan nabi-nabi yang sesuai dengan zamannya

Nabi merupakan sebuah gelar untuk orang-orang suci.
Apakah orang suci itu ?
Apakah ada orang suci itu?
Kalau ada apa ciri-ciri orang suci itu ?
Jika ada bagaimanakah sikap kita terhadap orang-orang suci itu ?
Di dewakan dan di kultuskan ?
Bukankah awal dari penyembahan terhadap berhala adalah mensakralkan orang-orang suci ?
Ataukah di ambil pelajarannya ?

Kalau di ambil pelajarannya mengapa marah kalau ada yang membencinya ?
Bukankah nabi tidak pernah membalas kebencian dengan kebencian tapi dengan cinta.

Ya allah masukkanlah cinta kedalam hatiku
Sebagimana engkau telah mememasukkan cinta ke dalam hati para nabi-nabimu.
Amin

Di titik inilah aku mulai meraba-raba tentang fenomena yang ada di dunia islam.
Dimana kita mudah menghujat dan mengkafirkan orang.
Dimanakah ajaran para nabi yang luhur telah berubah menjadi kebencian
Terhadap orang yang di luar penafsiran kita.
Pernahkah nabi mengkritik nabi yang lain …?

Meskipun mereka berbeda dalam syariat tetapi tidak pernah aku temukan data-data baik dari alquran maupun dari hadist atau sumber-sumber yang lain. Bahwa para nabi saling menghujat antara satu dengan yang lain.

Apa mereka tidak tahu ajaran-ajaran dari para nabi sebelumnya ?.
apakah para nabi tidak mempelajari ajaran-ajaran dari para nabi yang lain ?
mengapa mereka tidak saling menjelek-jelekkkan ajaran dari para nabi sebelumnya ?

bagaimana dengan ulama saat ini ?
mereka dengan gagah
membacakan al Quran atau al kitab
menjelek-jelekkan orang.
Dan meninggikan ajaran dan penafsiranya
Akan memperoleh ridho tuhan.
Seolah mereka sedang berjihad.
Setelah menabur kebencian.
Oh dunia apa yang terjadi denganmu ?
Begitu pekatkah dirimu sehingga cahaya cinta
Tertutup awan nafsu

Mereka punya legitimasi dan umat ?
Dengan jumlah umat itulah mereka menjadi pongah.
Diri firaun-firaun bereinkarnasi.
tetapi apa yang terjadi dengan ulama saat ini ?

ulama saat ini mudah sekali mengkritik dan mengkafirkannya.

Apakah ini yang di maksudkan Tuhan dengan ulama ?
Bagiamana sich sebenarnya konsep ulama.
Apakah ulama adalah orang yang memiliki ilmu tentang agama saja ?

Pantaskah gelar ulama mereka sandang
Sedangkan mereka hanya bermain-main dengan ilmu yang diketahui
Lantas untuk apa ilmu-ilmu mereka ?
Inilah yang menggelisahkan jiwaku.
Untuk mencari hartakah ? kedudukan ? pangkat ? dan pengikut.

Bukankah ilmu adalah cahaya ?
Yang mampu menerangi setiap kegegelapan.
Jikalau begitu apa yang mereka miliki adalah ilmu,
Dari tuhan ataukah dari syetan?

Yo weslah memang keadaannya seperti ini.
Mau di apakan lagi ?
Lantas langkah apa yang sebaiknya kita ambil.
Wah wah mendakwahi mereka ha…..
Astagfirulloh.
Semoga kita menjadi kekasih-kekasih Allah
Yang di dalam hati kita di penuhi dengan cinta
Sebagaimana para nabi mengajarkan pada kita.
Amin.

Benarkah ulama-ulama kita seburuk itu ?
Ibarat ribuan pasir di sungai.
Cuma setitik pasir yang dia adalah emas.
Carilah yang emas
Itulah tugas kita.
Ataukah kita yang berproses menjadi emas itu.
Selamat berjuang
Sebarkan ajaran cinta
Dimanapaun dan kapanpun.

Aku memang sengaja menggunakan
Bentuk pengungkapan dengan gaya aforisme.
Dari sang master Nietsche.
Apa aku seorang ateis.
Ha… ha…
Di balik jubah awan aku menemukan cinta.

Ini memang tidak ilmiah karena ang ilmiah seringkali membunuh yang alamiah.
Dengan proses mengilmiahkan sesuatu
Banyak kengawuran dan pemaksaan
Terhadap yang alamiah.

Mei 6, 2008

nasionalisme

Diarsipkan di bawah: politk — Tag: — chojin9 @ 4:13 am

Nasionalisme

Tidak ada nasionalisme dalam islam, karena islam bersifat universal bagi seluruh umat manusia. Ungkapan dari Al Maududi di atas nampaknya sangat menarik. Selama ini islam masih di bingungkan dengan nasionalisme. Sejauh manakah seorang muslim wajib  membela negaranya ?.

Negara seperti apa yang wajib di bela oleh seorang muslim. Dalam doktrin islam Negara yang wajib di bela oleh seorang muslim adalah Negara yang menegakkan Amar Makruf Nahi Mungkar, melindungi orang muslim, tidak mengusir orang muslim dari rumah-rumah mereka, tidak melakukan kedzaliman dll. Doktrin di atas mengisyaratkan bahwa Negara yang wajib di bela oleh seorang muslim adalah Negara yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadist. (lagi…)

ayat-ayat Qur”an

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — chojin9 @ 4:01 am

 

SETIAP AYAT AL-QUR’AN SIAP UNTUK DIBUKTIKAN

 

Dalam dunia tasawuf ada istilah sufi. Sufi merupakan orang yang menjalankan agama islam dengan sebaik mungkin. Baik secara lahir maupun secara batin. Dengan melakukan ritual-ritual yang telah ditentukan oleh pembimbingnya (mursyid) guna  mendekatkan diri kepada Allah. Satu yang menjadi ciri khas sufi, dalam hatinya tidak ada sesuatu selain Allah.

Apakah seorang sufi itu wali ? “Tidak”. wali itu yang membuat adalah manusia, sedangkan wali Allah itu tersembunyi. Yang mengetahui seseorang wali atau bukan adalah Allah sendiri. Bisa jadi seorang sufi itu adalah wali dan bisa pula bukan wali. Bahkan bisa jadi wali itu adalah para pemulung sampah, pengemis, gembel dll. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.